Osiloskop

Salah satu alat penting nih yang ada di jurusan elektro!

Osiloskop yaitu alat ukur elektronika yang bisa memetakan atau memproyeksikan sinyal listrik dan frekuensi jadi gambar grafik, supaya bisa dibaca dam mudah dipelajari. Dengan Osiloskop, kita bisa mengamati dan menganalisa bentuk gelombang dari sinyal listrik atau frekuensi dalam suatu rangkaian elektronika.Umumnya, Osiloskop bisa menampilkan grafik dua dimensi (2D) dengan waktu pada sumbu X dan tegangan pada sumbu Y.Osiloskop banyak sekali dipakai pada industri-industri seperti penelitian, sains, engineering, medikal dan telekomunikasi.

A.Fungsi Osiloskop

Fungsi osiloskop adalah untuk menampilkan sinyal dalam bentuk grafik gelombang sinyal pada layar termasuk amplitude (tegangan) dan frekuensinya.Berbeda dengan alat ukur lainnya misalnya DMM (digital multimeter) hanya bisa melihat besaran tegangan saja,pada osiloskop bisa menampilkan bentuk sinyal yang menampilkan satuan waktu dalam bentuk horizontal (X-axis) dan satuan amplitude/tegangan dalam bentuk vertical (Y-axis).

B. Fungsi Osiloskop:

  1. Untuk menyelidiki gejala yang bersifat periodik
  2. Untuk melihat bentuk gelombang kotak dari tegangan
  3. Untuk menganalisis gelombang dan fenomena lain dalam rangkaian elektronika
  4. Bisa melihat amplitudo tegangan, periode, frekuensi dari sinyal yang tidak diketahui
  5. Untuk melihat harga – harga momen tegangan dalam bentuk sinus ataupun bukan sinus
  6. Dipakai untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah – ubah terhadap waktu, yang ditampilkan pada layar
  7. Mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
  8. Mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input
  9. Mengukur Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator  pembangkit sinyal
  10. Mengukur tegangan AC/DC dan menghitung frekuensi.

C. Jenis-jenis Osiloskop:

1. Osiloskop Tabung Kaca

Osiloskop jenis tabung kaca tersebut layarnya terbuat dari tabung CRT (Cathode Ray Tube) dan Osiloskop jenis ini sering dikenal/dibilang sebagai Osiloskop Analog.Osiloskop ini merupakan pengembangan dari osiloskop yang paling pertama dikembangkan dan osiloskop ini mempunyai respon terhadap signal lebih cepat, dibandingkan dengan osiloskop digital.

2. Osiloskop LCD

Osiloskop ini merupakan osiloskop yang lebih maju dan udah memakai layar LCD yang lebih ringan dan Osiloskop tersebut lebih dikenal dengan Osiloskop Digital.Kelebihan osiloskop digital yaitu kemampuannya dalam menentukan bandwidth yang lebih fleksibel.Osiloskop jenis digital atau LCD ini bisa dibagi secara spesifik menjadi 4 macam, diantaranya yaitu:

  1. Osiloskop Sampling Digital
  2. Osiloskop Portabel
  3. Osiloskop Berbasis Komputer (PC)
  4. Osiloskop Signal Campuran.

D. Bagian-bagian Osiloskop:

  1. Volt atau div fungsinya buat mengeluarkan tegangan AC.
  2. CH1 (Input X) fungsinya buat memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan posisi horisontal.
  3. AC-DC fungsinya buat memilih besaran yang diukur.
  4. Ground fungsinya buat memilih besaran yang diukur.
  5. Posisi Y fungsinya buat mengatur posisi garis atau tampilan dilayar atas bawah.
  6. Variabel fungsinya buat kalibrasi osiloskop.
  7. Selektor pilih fungsinya buat memilih Channel yang diperlukan untuk pengukuran.
  8. Layar fungsinya buat menampilkan bentuk gelombang.
  9. Inten fungsinya buat mengatur cerah atau tidaknya sinar pada layar Osiloskop.
  10. Rotatin fungsinya buat mengatur posisi garis pada layar.
  11. Fokus fungsinya buat menajamkan garis pada layar.
  12. Position X fungsinya buat mengatur posisi garis atau tampilan kiri dan kanan.
  13. Sweep time/ div dipakai buat mengatur waktu periode (T) dan Frekwensi ( f ).
  14. Mode fungsinya buat memilih mode yang ada.
  15. Variabel fungsinya buat kalibrasi waktu periode dan frekuensi.
  16. Level fungsinya buat menghentikan gerak tampilan layar.
  17. Exi Trigger fungsinya buat trigger dari luar.
  18. Power fungsinya buat menghidupkan Osiloskop.
  19. Cal 0,5 Vp-p fungsinya buat kalibrasi awal sebelum Osciloskop dipakai.
  20. Ground Osiloskop yang dihubungkan dengan ground yang diukur.
  21. CH2 ( input Y ) fungsinya buat memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan Vertikal.

F. Cara Kerja Osiloskop

Komponen utama Osiloskop yaitu tabung sinar katoda ( CRT ). Prinsip kerja tabung sinar katoda yaitu Elektron dipancarkan dari katoda akan menumbuk bidang gambar yang dilapisi oleh zat yang bersifat flourecent. Bidang gambar ini berfungsi sebagai anoda. Arah gerak elektron ini bisa dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnetik.Umumnya, Osiloskop sinar katoda mengandung medan gaya listrik untuk mempengaruhi gerak elektron kearah anoda. Medan listrik dihasilkan oleh lempeng kapasitor yang dipasang secara vertikal, maka akan terbentuk garis lurus vertikal dinding gambar. Kemudian, kalo pada lempeng horizontal dipasang tegangan periodik, maka elektron yang pada mulanya bergerak secara vertikal, kini juga bergerak secara horizontal dengan laju tetap. Jadi, pada gambar terbentuk grafik sinusoidal. Sebuah benda bergetar sekaligus secara harmonik, getaran harmonik (super  posisi) yang berfrekuensi dan mempunyai arah getar sama akan menghasilkan satu getaran harmonik baru berfrekuensi sama dengan amplitudo dan fase tergantung pada amplitudo dan frekuensi setiap bagian getaran harmonik tersebut. Hal itu berdasarkan metode penambahan trigonometri atau lebih sederhananya lagi dengan memakai bilangan kompleks. Kalau 2 getaran harmonik super posisi yang beda, frekuensi terjadi getaran yang gak lagi periodik.Basis waktu secara periodik menggerakkan bintik cahaya dari kiri kekananmelalui permukaan layar. Tegangan yang akan diperiksa dimasukkan ke Y atau masukan vertikal osiloskop, menggerakkan bintik keatas dan kebawah sesuai dengan nilai tegangan yang dimasukkan. Lalu, bintik tersebut menghasilkan jejak berkas gambar pada layar yang menunjukkan variasi tegangan masukan sebagai fungsi dari waktu. Kalo tegangan masukan berkurang dengan laju yang cukup pesat, gambar akan kelihatan sebagai sebuah pola yang diam pada layar.

G. Cara Mengkalibrasi Osiloskop

Cara mengkalibrasi sebuah Osiloskop yang akan dipakai buat mengukur sebuah tegangan, maka kamu harus perhatikan caranya beikut ini.

Cara Pertama

Yang harus kamu lakukan yaitu pengkalibrasian. Setelah kamu mengkoneksikan Osiloskop ke jaringan listrik dan menyalakan. Lalu, kamu amati pada layar monitor yang tampak dilayar yaitu harus garis lurus mendatar (kalo gak ada sinyal masukkan).

Cara Kedua

Kemudian kamu atur fokus, intensitas, kemiringan, position X dan position Y. Dengan mengatur posisi tersebut, kamu nantinya bisa mengamati hasil pengukuran dengan jelas dan akan mendapat hasil pengukuran dengan teliti.

Cara Ketiga

Lalu, pakai tegangan referensi yang ada di Osiloskop, maka kamu bisa melakukan pengkalibrasiaan sederhana.Ada 2 tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan, yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz.

Cara Keempat

Selanjutnya, kamu tempelkan probe pada terminal tegangan acuan, maka pada layar monitor akan muncul tegangan persegi.

Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp, maka pada posisi 1 Volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus ada nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak 2 kotak dan buat time/div1/ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus ada satu gelombang buat satu kotak.Apabila yang tampak pada layar belum tepat, maka perlu diatur pada potensio tengah di knob Volt/div atau pada potensio dengan label.

Semoga infonya bermanfaat ya 🙂

Diterbitkan oleh hmje pnp

Official Website of Hima Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang. E-mail: hima.elektro.pnp@gmail.com Instagram: hmjepnp Line: @npx2160i Facebook: Hmj Teknik Elektro Pnp

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai